Pengertian kemoterapi, bentuk pengobatan dan efek samping

Ridwan 1 September 2012 0


Pengertian Kemoterapi

Apa yang ada dalam pikiran anda ketika mendengar tentang kemoterapi? Pastinya kemoterapi berhubungan dengan tumor dan kanker. Pengertian kemoterapi adalah suatu metode untuk membunuh atau menghambat perkembangan sel kanker dengan memasukkan zat-zat kimia tertentu ke dalam tubuh penderita kanker. Tujuan utama kemoterapi adalah menumpas sel kanker hingga bagian akarnya yang tidak dapat dijangkau oleh pisau bedah. Kemoterapi juga berfungsi sebagai pengontrol sel kanker supaya tidak berkembang biak secara liar.

Menurut para ahli, ada lebih dari 130 macam kanker yang dapat diderita manusia. Banyaknya jenis kanker ini memiliki penanganan dan karakteristik yang berbeda. Namun diantara banyak macam karakteristik ini, ternyata kanker memiliki satu kesamaan, yakni terdiri dari sekumpulan sel yang mampu membelah sangat cepat dan berkembang tanpa kontrol. Di bagian inilah kemoterapi dibutuhkan. Kemoterapi bermanfaat untuk mengenali sel kanker dan dapat mengahancurkannya secara tuntas.

pengertian kemoterapi

Dimuali tahun 1950-an, kemoterapi telah digunakan untuk meringankan penderita kanker dan memberikan harapan sembuh seperti semula. Pemberian kemoterapi dapat dilakukan sebelum atau sesudah pembedahan dilakukan. Kemoterapi terkadang juga diberikan dengan terapi radiasi, terkadang juga tidak. Tujuan utama kemoterapi adalah menumpas sel kanker hingga bagian akarnya yang tidak dapat dijangkau oleh pisau bedah. Kemoterapi juga berfungsi sebagai pengontrol sel kanker supaya tidak berkembang biak secara liar.

Kemoterapi pada pengobatan kanker

Kemoterapi pada kanker dapat diaplikasikan melalui beberapa cara, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Kemoterapi sebagai terapi utama pada prosedur pengobatan pasien penderita kanker. Hal ini dimaksudkan untuk memberantas sel kanker sehingga benar-benar bersih.
  • Kemoterapi sebagai terapi tambahan biasanya dilakukan pada pasien penderita tumor yang baru saja melakukan pembedahan atau radiasi. Dengan terapi ini diharapkan tumor dapat bersih dan tak bersisa.
  • Kemoterapi sebagai terapi paliatif. Kemoterapi ini dilakukan pada pasien penderita kanker yang sudah memasuki stadium lanjut atau 4B. Pada stadium ini sel kanker telah menyerang beberapa organ penting dalam tubuh. Kemoterapi pada penderita kanker stadium ini dilakukan untuk mengontrol pertumbuhan sel kanker.

Kemoterapi tida bisa langsung diputuskan akan diberikan pada pasien. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan sebelum dapat memberikan keputusan penerapan kemoterapi pada pasien kanker. Pemeriksaan ini diantaranya mencakup fungsi hati dan ginjal.

Bentuk atau macam kemoterapi

Beberapa bentuk tindakan kemoterapi diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Melalui tablet atau kapsul. Kemoterapi dengan cara ini paling praktis karean dapat dilakukan penderita sendiri di rumah dengan mengikuti saran dari dokter.
  • Melalui suntikan atau injeksi. Pemberian kemoterapi ini hanya bisa dilakukan olehdokter saja di klinik, rumah sakit, ruang praktek dokter atau jika dimungkinkan dokter bisa datang ke rumah.
  • Melalui infus. Pemberian kemoterapi melalui infus harus dilakukan oleh paramedis yang berpengalaman. Pemberian kemoterapi ini harus dilakukan di rumah sakita atau klinik khusus.

Frekuensi pemberian kemoterapi pada pasien sangat tergantung dari jenis, stadium dan tingkat kanker yang diderita. Oleh karena itu keputusan untuk kemoterapi tidak dapat langsung seketika dikeluarkan oleh dokter, meskipun anda mampu membayar untuk hal ini. Dokter harus tahu secara pasti penyakit yang anda derita tersebut. Ada yang bilang bahwa kemoterapi itu sakit, tentu saja itu benar. Namanya juga tubuh anda dimasukin racun, tentu saja akan bereaksi. Mulai demam, muntah-muntah dan lain-lain.

efek samping kemoterapi

Meskipun tampaknya menjanjikan, kemoterapi tentu saja tidak memiliki resiko. Ada beberapa efek samping yang dapat membuat banyak pasien membatalkan sesi kemoterapi berikutnya. Ada beberapa pasien yang mengeluhkan efek kemoterapi secara langsung, ada pula yang tidak mengeluhkan efek sampng kemoterapi ini. Ada efek samping yang bersifat ringan, ada pula efek samping yang dianggap berat oleh pasien.

Semua efek samping itu akan bervariasi pada tiap pasien, bergantung pada kondisi tubuh, stadium kanker, jenis dan bentuk pemberian kemoterapi. Seorang pakar teknologi pangan dari Harvard bernama John Barron dalam sebuah article berjudul “Chemoterapy, An Interisting Choice” mengatakan bahwa kerugian utama yang diderita oleh pasien yang menggunakan kemoterapi adalah adalah terbunuhnya sel-sel sehat yang memiliki model pembelahan diri yang cepat dan unik. Efek samping ini merupakan hal yang utama dalam kemoterapi sehingga sel sehat yang memiliki karakteristik hampir sama dengan sel kanker ikut terbasmi sehingga berpengaruh terhadap kesehatan pasien.

Sel yang memiliki karakteristik membelah diri secara cepat adalah sel yang terdapat di dalam sumsum tulang belakang yang merupakan penghasil utama sel darah merah. Sel lainnya adalah folikel rambut. Hal inilah yang membuat kita sering melihat pasien yang menjalani kemoterapi akan mengalami kerontokan rambut. Sel lainnya adalah sel yang terdapat dalam perut dan usus. Efek kemoterapi juga dapat meracuni darah, sehingga penderita kanker yang menjalani kemoterapi mengalami mual, muntah, shock perut, kram, lemas dan kurang memiliki nafsu makan. Beberapa efek kemoterapi juga tidak baik bagi dinding usus karena membuatnya terkelupas dan luka. Efek buruk lainnya adalah pada organ reproduksi sehingga dapat menyebabkan kemandulan atau infertil.

Sel saraf dan sel otak mengalami kemunduran, menyebabkan penurunan daya ingat. Beberapa panca indera mengalami penurunan fungsi seperti berkurangnya daya dengar dan daya lihat. Bahkan ada pula pasien yang sampai mengalami kerusakan ginjal. Luka kecil pada tenggorokan dan mulut sangat sering terjadi. Kemungkinan lainnya adalah pendarahan dan memar-memar di sekujur tubuh karena ketidakmampuan tubuh melawan infeksi. Oleh karena itu banyak pasien yang mundur dari kemoterapi karena semua efek samping ini. Namun sebenarnya pasien tidak perlu khawatir karena dokter akan memberikan obat untuk meminimalisir efek samping kemoterapi hingga tubuh tidak akan mengalami efek buruk secara maksimal seperti yang diuraikan diatas. Lagipula efek samping kemoterapi bersifat sementara. Setelah kemoterapi selesai, maka tubuh anda akan kembali membaik dan berfungsi secara normal.

Di lain pihak, lebih baik jika anda mempersiapkan hidup sehat anda sejak dini sebelum kanker menyerang. Kanker bukan penyakit yang instan. Kanker pada umumnya disebabkan pola hidup yang buruk sejak 10 hingga 15 tahun sebelum seseorang dikatakan positif terkena kanker. Oleh karena itu pencegahan dengan memulai hidup sehat dari sekarang dapat membuat kemungkinan anda terkena kanker di masa depan mengecil.

Semoga artikel penjelasan pengertian kemoterapi dan bentuk pengobatan serta efek sampingnya di atas bisa bermanfaat bagi kamu yang membutuhkan (iwan)

 

Leave A Response »

You must be logged in to post a comment.