Filosofi yang terkandung dalam pakaian adat Bali

Ridwan 30 August 2012 0


Pakaian adat Bali tidak bisa dipungkiri bahwa memiliki keanggunan dan citra yang berbeda. Sedikitnya ada tiga jenis pakaian adat bali yang umum dikenakan. Yang pertama adalah pakaian adat Bali untuk upacara keagamaan. Yang kedua adalah pakaian adat Bali untuk upacara pernikahan dan yang terakhir adalah pakaian adat Bali yang dikenakan dalam aktivitas sehari-hari. Pakaian khas ini berbeda antara yang dipakai laki-laki dan perempuan.

Filosofi pakaian adat Bali

Kelengkapan pakaian adat Bali

Kelengkapan pakaian adat bali terdiri dari beberapa item. Item itu antara lain kamen untuk pria, songket untuk pria dan wanita, udeng untuk pria dan sanggul lengkap dengan tiaranya untuk wanita. Disamping itu pria Bali mengenakan keris, sedangkan wanita menggunakan kipas sebagai pelengkapnya. Berbicara masalah harga, pakaian adat Bali ini sangat bervariasi. Songket Bali bisa didapatkan dengan varian harga yang sesuai dengan kemampuan sang pembeli, dimana dimulai dari harga lima ratus ribu hingga jutaan rupiah untuk yang halus dan berbenang emas. Sedangkan yang biasa dan umum digunakan masyarakat Bali ada di bawah harga tersebut dan tersedia secara luas di pasar-pasar tradisional.

Filosofi dalam pakaian adat Bali

Tidak hanya sekedar bagus dan unik, ternyata pakaian adat Bali juga menyimpan filosofi yang sangat mendalam. Filosofi pakaian adat Bali dalam beberapa hal mungkin hampir sama dengan kebanyakan pakaian adat daerah lain, namun karena Bali juga merupakan salah satu tempat yang disakralkan dan sudah mendunia, maka filosofi pakaian adat Bali ikut menjadi penting dalam eksistensinya. Pakaian adat Bali memiliki standardisasi dalam kelengkapannya. Mengenai kelengkapannya, sudah pernah disinggung dalam paragraf diatas. Sedangkan masalah tata cara berbusana, pakaian adat Bali memiliki dua jenis, yakni busana pakaian adat Bali lengkap dan pakaian adat Bali madya.

Busana pakaian adat Bali lengkap biasanya dikenakan pada upacara adat dan keagamaan atau upacara perayaan besar. Sedangkan pakaian adat madya dikenakan saat melakukan ritual sembahyang harian atau pada saat menghadiri acara yang menggembirakan. Seperti misalnya pada saat syukuran kelahiran anak, sukses memperoleh panen atau kelulusan anak dan penyambutan tamu. Filosofi pakaian adat Bali pada dasarnya bersumber pada ajaran Sang Hyang Widhi, yakni Tuhan yang diyakini memberikan keteduhan, kedamaian dan kegembiraan bagi umat Hindu yang mempercayainya.

Setiap daerah memiliki ornamen berbeda yang memiliki arti simbolis dalam pakaian adatnya masing-masing. Namun meskip demikian pakaian adat Bali pada dasarnya adalah sama, yakni kepatuhan terhadap Sang Hyang Widhi. Pakaian ini juga seringkali digunakan untuk membedakan Kasta, yang merupakan buatan manusia itu sendiri. Di hadapan Sang Hyang Widhi, manusia semua sama derajatnya. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada sang pencipta, pakaian adat Bali adalah suatu bentuk penghormatan kepada tamu yang datang. Ini adalah hal yang wajar, mengingat jika anda sebagai tamu maka akan merasa terhormat jika disambut oleh pemilik rumah yang berpakaian bagus dan rapi. (iwan)

 

Leave A Response »

You must be logged in to post a comment.