Mengenal penyakit TBC – Penyebab, Gejala dan cara penularan

Ridwan 22 August 2012 2



 

penyakit TBC

Masyarakat luas pasti sudah mengenal yang namanya penyakit TBC ini, karena penyakit ini memang sudah ada cukup lama, bahkan sejak jaman penjajahan. Namun pengetahuan secara lengkap tentang TBC ini belum cukup diketahui masyarakat, termasuk gejala-gejala penyakit TBC yang biasanya timbul pada fase tertentu. Penyakit TBC mudah menyerang semua orang dari semua kalangan baik tua maupun muda. Sejarah penyakit TBC di Indonesia cukup panjang dan dari tahun ke tahun penderitanya semakin banyak. Sekitar rata-rata 100.000 kematian terjadi karena penyakit TBC ini.

Apa penyebab penyakit TBC?

Penyebab penyakit TBC adalah bakteria yang bernama mikrobakterium tuberkolosa. Makhluk ini berbentuk batangan berukuran hanya satu sel saja. Robert Kock adalah orang yang pertama menemukan bakteri ini sebagai penyebab TBC. Atas jasanya maka bakteri ini diberi nama lain Baksil Koch. Selain itu ada nama Koch Pulmonum untuk penyakit sejenis TBC di sekitar paru-paru.

Bagaimana penularan penyakit TBC?

Penyakit TBC menular melalui udara. Penderita TBC yang batuk melemparkan bakteri yang ada dalam paru-parunya ke udara. Dan jika dihirup oleh orang lain, maka bakteri tersebut akan masuk ke dalam sistem pernafasan orang yang menghirupnya. Jika kekebalan tubuh orang tersebut tidak dalam kondisi yang baik, maka sangat mungkin ia akan tertular dengan penyakit tersebut. Namun jika kondisi fisiknya sedang baik, maka kemungkinan besar orang tersebut tidak akan terjangkit oleh penyakit TBC.

Bagaimana resiko penularan penyakit TBC?

Anak-anak beresiko besar dalam tertular penyakit TBC. Selain karena sistem imunitas tubuhnya masih rendah, terkadang anak-anak belum paham tentang penyakit yang dialami oleh orang dewasa di sekitarnya. Mereka tanpa berpikir sering dekat dengan orang yang menderita penyakit TBC. Oleh karena itu bakteri akan terus masuk ke dalam tubuh dan berpeluang besar berkembang biak. Bakteri tidak hanya akan berkembang biak di pernafasan saja, namun juga bisa menyebar jauh lewat aliran darah dan kelenjar getah bening. Penyakit TBC ini adalah penyakit yang rakus karena bisa menyerang semua anggota tubuh seperti otak, tulang, kelenjar getah bening dan saluran pencernaan. Meskipun umumnya menyerang paru-paru, tidak mustahil bahwa TBC menyerang beberapa organ yang disebutkan diatas.

Bagaimana infeksi penyakit TBC?

Penyerangan TBC ini bergantung pada tingkat ketahanan tubuh manusia yang dijangkitinya dan berapa lama orang tersebut sudah terjangkit tanpa adanya pengobatan yang memadai. Orang yang memiliki daya tahan tubuh baik tidak akan bisa diserang oleh bakteri ini, meskipun bakteri tersebut sudah masuk ke dalam tubuhnya. Hal ini dikarenakan bakteri ini tidak bisa menyerang dan menginfeksi karena bentuknya yang sama sepanjang hidupnya. Beda cerita jika bakteri masuk ke dalam tubuh kita saat tubuh sedang dalam kondisi tidak baik, maka dia akan berkembang biak di paru-paru dan membentu turbukel yang kemudian menjadi ruang yang memproduksi dahak bagi penderita TBC.

Oleh karena itu menjaga kesehatan tubuh dengan asupan gizi yang seimbang dan olahraga teratur akan memperkuat sistem imunitas. Meskipun pemerintah sudah menganggarkan pengobatan gratis untuk penderita TBC, apakah anda rela sakit TBC? Jawabannya pasti tidak. (iwan)

TBC berkembang di Indonesia dikarenakan faktor buruknya kondisi sosial ekonomi masyarakat. Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan sulitnya mendapat lahan yang layak untuk tempat tinggal. Selain itu minimnya fasilitas kesehatan dan epidemik merupakan faktor yang memperburuk penularan penyakit TBC. Meskipun pemerintah sudah berupaya, namun pada kenyataannya keadaan tersebut terus ada dalam negara kita dari waktu ke waktu.

Gejala-gejala penyakit TBC

Sebelumnya kita telah mengenal bakteri penyebab TBC dari artikel bagian pertama tentang penyakit TBC ini. Gejala TBC terbagi menjadi dua, yakni gejala khusus dan gejala umum. Gejala khusus didasarkan pada organ tubuh mana yang terserang oleh bakteri penyebab TBC. Meskipun terkadang tampak jelas, namun tanpa diagnosa klinis, penyakit TBC sulit dikenali. Bisa saja gejalanya mirip TBC, namun ternyata bukan TBC. Jika dikenali lebih awal maka kita dapat mengobati TBC dengan penyembuhan yang lebih awal dan mudah. Gejala TBC yang secara umum sering muncul adalah sebagai berikut:

  • Turunnya nafsu makan pada seseorang sehingga menyebabkan turunnya berat badan pada orang yang menderitanya.
  • Mengalami batuk yang lebih dari tiga minggu, terkadang disertai dengan darah yang keluar.
  • Sering merasakan lelah dan kurang nyaman pada tubuh.
  • Demam yang sedang atau tidak tinggi namun berlangsung lama.

Jika penyakit sudah semakin parah, maka gejala akan terus dirasakan dan akan sulit disembuhkan. Untuk itu, mari kita mengenal gejala TBC yang lebih khusus dibadakan berdasarkan organ yang diserang.

  1. TBC pada otak

Pada anak-anak, bakteri TBC menyerang bagian otak atau lapisan pembungkusnya yang disebut sebagai meningitis. Gejala meningitis dalah demam yang tinggi dan kesadaran yang menurun hingga taraf kejang.

  1. TBC pada rongga pleura

Jika bakteri ini menyerang rongga pleura atau pembungkus paru-paru, maka gejala yang dirasakan adalah pada bagian dada. Dada akan terasa sakit dan nyeri pada bagian yang terinfeksi.

  1. TBC pada tulang

Jika menyerang tulang, gejala yang timbul mirip sekali dengan penyakit infeksi tulang yakni keluarnya cairan seperti nanah. Hal ini terutama terjadi saat sudah ada saluran yang berlokasi pada kulit diatas tulang yang diserang tersebut.

  1. TBC pada bronkus

Bronkus adalah saluran yang menuju ke paru-paru. Jika TBC menyerang pada saluran ini, biasanya akan terjadi penyumbatan yang menyebabkan kelenjar getah bening membengkak. Hal ini menimbulkan suara yang pada umumnya orang menyebutnya sebagai “mengi”. Penderita akan mengalami sesak nafas dan nafas akan semakin melemah.

Pada kasus yang disebut diatas, sebaiknya dilakukan uji laboratorium hingga ditemukan adanya tuberculin yang positif. Jika terjadi, maka artinya si penderita positif mengidap penyakit TBC.

Pemeriksaan pada orang yang mengalami gejala TBC

Penderita yang mengalami gejala TBC bisa terjadi pada anak-ana yang tinggal dengan orang dewasa yang mengidap TBC. Gejala tidak akan nampak kecuali jika sudah ada pada level yang parah. Langkah terbaik adalah dengan melakukan tes secara keseluruhan dan dilakukan lebih awal. Hal ini untuk memudahkan penanganan dan pengobatan pada penderita. Pemeriksaan yang harus dijalani antara lain:

  • Pemeriksaan fisik secara keseluruhan
  • Cek foto rontgen pada bagian dada
  • Uji tuberculin di laboratorium, umumnya atas rekomendasi dokter
  • Anamnesa pada seluruh anggota keluarga
  • Uji laboratorium pada cairan otak, darah maupun dahak
  • Pemeriksaan patologi anatomi (PA)

Jika semua ini sudah dilakukan, tinggal menunggu hasilnya dan mengikuti semua saran dokter untuk kesembuhan yang permanen dan tidak adanya masalah di kemudian hari. (iwan)

 

 

2 Comments »

  1. Toko Bunga Jakarta 26 February 2013 at 11:36 am -

    matabb gan infox..

    http://www.my-giftplus.com
    Toko Bunga Jakarta Online

  2. sunarsih 19 April 2013 at 4:37 pm -

    penyakit tcb penularannya selain ketika batuk yang diserap orang lain apa ada????
    jika terkena ludah orang penderita tbc apakah jg bisa tertular

Leave A Response »

You must be logged in to post a comment.