Isi dan Makna Pancasila masih ingatkah

Ridwan 7 August 2012 0


isi makna pancasila

Di jaman yang serba modern saat ini, banyak orang yang tidak lagi mengingat sila-sila dalam Pancasila. Sungguh tragis memang, mengingat bagaimana sejarah Pancasila diciptakan dan bagaimana perasaan para pahlawan pejuang kemerdekaan melihat hal ini akan sulit untuk digambarkan kepedihannya. Mereka berjuang tak memikirkan nyawa supaya bangsa kita dapat merdeka, bisa makan minum dan nongkrong sesuka hati. Namun justru kita dengan santainya melupakan ajaran mereka yang juga merupakan warisan satu-satunya.

Sungguh suatu hal yang patut disyukuri bahwa bangsa Indonesia pada akhirnya bisa merdeka. Namun yang menjadi sesuatu yang mengusik dan memprihatinkan adalah bahwa generasi muda saat ini menjadi buta mata hatinya. Banyak diantara mereka yang meremehkan bahkan cenderung melecehkan secara langsung atau tak langsung perjuangan para pendahulu kita dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Padahal jika para pahlawan kita tidak berjuang, mana mungkin kita bisa merdeka? Usaha nyata harus ada seiring dengan do’a kepada Yang Maha Kuasa tentunya.

Hal ini tentu berkaitan dengan Pancasila yang merupakan peninggalan para pejuang supaya kita dapat bersatu padu dalam sebuah bangsa, menjadi penjamin bahwa Sumpah Pemuda bisa dilaksanakan dengan baik. Hal ini dijelaskan dalam sila-sila Pancasila yang memiliki isi dan makna sebagai berikut:

  1. Ketuhanan yang Maha Esa

Sebagai makhluk yang memiliki Tuhan, apapun agama dan kepercayaan yang kita anut, seharusnya kita menjadi pribadi yang lebih baik. Sungguh suatu ironi bahwa antar umat beragama terkadang terjadi bentrokan, padahal di masa lalu kita sudah berkomitmen untuk saling menghargai dan menghormati.

  1. Kemanusiaan yang adil dan beradab

Manusia yang memiliki Tuhan, tentunya harus adil dan beradab. Sungguh suatu hal yang aneh jika saat ini tidak banyak orang yang menganggap manusia lain tidak lebih berharga daripada dirinya. Pembunuhan terjadi di mana-mana, pertikaian karena masalah yang sebenarnya tidak penting. Dimana keberadaban kita?

  1. Persatuan Indonesia

Orang yang beradab tentu saja harus bersatu. Seharusnya orang yang beradab mengambil hikmah dari setiap perbedaan yang ada, bukan menjadikan perbedaan itu sebagai sumber konflik.

  1. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

Jalan musyawarah dan kekeluargaan seharusnya dikedepankan dalam penyelesaian suatu masalah. Namun yang ada saat ini justru bertolak belakang. Masyarakat lebih menyukai menggunakan jalan kekerasan daripada musyawarah dan melupakan nilai-nilai luhur kekeluargaan yang telah ada selama ratusan tahun di Indonesia.

  1. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Kesenjangan sosial dapat terjadi jika kita hanya mementingkan kelompok dan golongan tertentu. Padahal sebagai bangsa yang beradab, kita harus mengakomodasi kepentingan semua golongan untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Dengan semua ini, benarkah orang Indonesia masih ingat dengan Pancasila? Kemungkinan besar tidak. Pancasila hanya ada di instansi pemerintahan atau ruangan-ruangan tertentu sebagai simbol gambar yang tidak ada artinya sama sekali bagi orang-orang yang ada di dalamnya. Jika kita tidak menghargai Pancasila, memahami esensi dan melaksanakan apa yang ada di dalamnya, lantas siapa yang akan melakukan hal itu? Apakah sebaiknya Pancasila kita jual saja untuk ditukarkan dengan beras dan kedelai? Mungkin anda sekalian bisa menjawabnya. (iwan)

 

Leave A Response »

You must be logged in to post a comment.