Pengertian fungsi darah dan proses pembekuan darah

Ridwan 30 July 2012 0


pengertian darah

Darah adalah satu bagian tubuh manusia yang paling penting yang harus ada dalam jumlah yang sesuai. Berkurangnya jumlah darah secara signifikan dapat mengakibatkan cacat yang fatal bagi manusia, bahkan kematian. Berbagai penyakit dapat merubah atau mengganti fungsi, bentuk dan jumlah darah yang tidak dikehendaki oleh tubuh kita. Semua bagian tubuh manusia tentu saja berguna jika dalam keadaan aslinya, jika sudah berubah, berkurang atau rusak, tentu saja tidak akan ada gunanya  bahkan cenderung mengakibatkan masalah. Untuk itu ada beberapa mekanisme untuk menjaga darah tetap seperti itu adanya, baik bentuk, fungsi maupun jumlahnya. Salah satu yang akan kita bahas adalah yang digunakan untuk mempertahankan jumlah darah yaitu proses pembekuan darah.

Pengertian darah

Darah merupakan cairan yang terdiri dari banyak sel bebas yang membawa zat penting yang diperlukan oleh tubuh melalui sebuah jalur yang disebut pembuluh darah. Kinerja darah diatur oleh “master kontrol” yaitu jantung. Zat yang dibawa bisa apa saja, seperti oksigen, mineral, protein, vitamin dan hormon yang berasal dari sistem endokrin. Hasil sisa olahan tubuh seperti karbondioksida dibawa oleh darah ke paru-paru untuk ditukar dengan oksigen. Begitu pula banyak racun dan bahan kimia yang tidak dikehendaki tubuh dibawa ke hati dan ginjal untuk kemudian dideportasi keluar dari tubuh manusia melalui feces atau urine.

Proses pembekuan darah

Jika berbicara mengenai pembekuan darah, tentu saja bukan seperti membeku pada es, namun lebih pada mengeras dan menjadi sel yang bersatu. Hal ini dikarenakan dalam darah terdapat sel-sel yang dapat membentuk jaringan secara cepat. Inilah kenapa disebut membeku karena darah yang cair itu dapat seolah-olah “mengeras” dengan cepat.Namun proses ini terjadi jika terdapat jaringan tubuh yang rusak, yang mengakibatkan darah keluar dari pembuluh darah. Bila tidak, darah hanya akan beredar menyuplai zat-zat yang dibutuhkan oleh organ tubuh. Dalam proses pembekuan darah, ada beberapa zat yang dibutuhkan, yakni trombosit atau keping darah, fibrinogen, protrombin, kalsium dan vitamin K.

proses pembekuan darah

Ketika luka terjadi yang mengakibatkan rusaknya jaringan tubuh, merobek pembuluh darah hingga darah keluar, maka hati akan menggenjot produksi komponen yang ada di trombosit maupun plasma darah yang bernama fibrinogen. Fibrinogen adalah sebuah glikoprotein yang ada dalam plasma darah dalam bentuk cairan dan trombosit dalam bentuk granula yang semuanya dihasilkan oleh hati. Fibrinogen ini yang kemudian melakukan proses koagulasi darah dan meningkatkan viskositas darah. Proses ini akan menghasilkan trombin dan protrombin dengan bantuan CA2+ dan vitamin K. Trombin yang terbentuk akan memecah fibrinogen menjadi benang fibrin. Bersamaan dengan proses ini, terjadi pengendapan LDL yang memacau proses terbentuknya plak dan memicu agregasi trombosit yang pecah mengeluarkan trombokinase untuk merubah protrombin menjadi trombin dan proses kembali ini menyebabkan semakin banyaknya benang fibrin yang terbentuk.

skema proses pembekuan darah

gambar skema proses pembekuan darah

Benang fibrin yang terbentuk lantas menjalin kembali sel-sel yang terkoyak sehingga menutup jalan keluarnya darah. Fibrinogen akan bertahan hingga sel di sekitarnya membelah diri dan menutup luka yang terjadi. Fibrinogen berperan seperti jembatan molekul dalam interaksi antar sel ketika bereaksi dengan inflamasi atau luka. Demikian adalah proses pembekuan darah yang penting bagi tubuh manusia. Hal yang sepertinya sederhana, padahal melibatkan proses yang rumit dan berliku. (iwan)

 

Leave A Response »

You must be logged in to post a comment.