Memehamai Kelainan letak rahim pada wanita

Ridwan 13 October 2012 0


Kelainan letak rahim

Pada artikel yang telah lalu kita membahas mengenai kelainan rahim secara kongenital atau secara keturunan. Saat ini kita akan membahas mengenai kelainan rahim berdasarkan letaknya. Letak rahim yang normal ada di bagian tengah rongga panggul serta bagian yang paling atas menghadap ke depan. Adanya kelainan bisa disebabkan adanya pelekatan, tumor atau otot jaringan penyangga uterus lemah. Sejumlah kelainan letak uterus antara lain sebagai berikut:  Kelainan letak rahim

Kelainan rahim – perut gantung

Uterus dapat semakin menonjol ke depan. Umumnya ini tidak menjadi masalah serius, sering ditemui pada wanita yang terlalu sering melahirkan sehingga jaringan otot perut menjadi kendur. Pada saat hamil, perut akan terlihat lebih condong ke depan. Keluhan yang berbahaya dalam kondisi ini adalah partus yang berlangsung lama dan kontraksi yang lemah sehingga kesulitan melahirkan. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah memberikan obat penguat kontraksi pada saat melahirkan.

Kelainan rahim – Prolapsus Uteri

Prolapsus Uteri adalah kondisi rahim yang turun ke vagina. Hal ini disebabkan oleh kelemahan jaringan ikat pada rongga panggul, utamanya jaringan transversal. Kelemahan ini akibat pertolongan persalinan yang tidak tepat sehingga sang ibu sudah mengejan terlebih dahulu, padahal belum lengkap pembukaan rahimnya. Pada akhirnya terjadi luka pada jalan lahir dan melemahkan jaringan ikat penyangga vagina. Selain itu, Prolapsus Uteri juga bisa dialami wanita yang terlalu sering melahirkan yang menyebabkan jaringan ikat bahwa panggul mengendur. Wanita yang sedang menopause juga mengalami hal ini dikarenakan produksi hormon estrogen yang berkurang, menyebabkan elastisitas jaringan ikat semakin berkurang dan otot panggul mengecil. Dengan ini maka dukungan otot yang diberikan pada uterus akan semakin melemah.

Keluhan yang timbul karena Prolapsus Uteri adalah adanya tonjolan pada bagian depan vagina. Tonjolan in sangat mengganggu saat beraktivitas, utamanya berjalan kaki. Seringkali pada bagian menonjol tersebut menjadi terluka akibat gesekan dengan celana dalam atau dengan benda yang lain. Akibatnya akan terjadi potensi infeksi yang berbahaya pada organ vital wanita. Keluhan lainnya adalah keputihan yang diakibatkan adanya luka atau sumbatan pembuluh darah pada daerah mulut rahim. Selain keluhan diatas, ada juga efek Prolapsus Uteri yakni timbulnya rasa pegal dan sakit di sekitar pinggang ketika duduk dan berdiri. Namun ketika berbaring, rasa sakit itu akan menghilang.

Turunnya vagina bagian depan (sistokel) dan bagian belakang (retokel) dapat terjadi karena Prolapsus Uteri. Sistokel dapat menyebabkan seorang wanita buang air sedikit dengan frekuensi yang tinggi. Kandung kemih selalu terasa penuh dan tidak dapat menahan buang air kecil ketika mengejan, batuk atau tertawa. Terkadang bisa berlaku sebaliknya, yakni kandung kemih membesar sehingga kesulitan dalam buang air besar. Sedangkan retokel dapat menyebabkan kesulitan buang air besar karena feses yang seharusnya masuk ke rektum justru masuk ke dalam retokel.

Prolapsus Uteri dapat dicegah melalui pemendekan waktu persalinan dengan bantuan vakum, forcep atau episotomi. Sedangkan untuk tindakan pengobatan yakni bisa dengan latihan penguatan otot panggul atau dengan melakukan operasi penguatan uterus atau bahkan dengan pengakatan uterus jika sudah terlambat. Jika uterus diangkat, maka seorang wanita tidak dapat hamil kembali. (iwan)

 

Leave A Response »

You must be logged in to post a comment.