Artikel kebebasan dalam mengemukakan pendapat

Ridwan 21 September 2012 1


kebebasan mengemukakan pendapat

Setiap makhluk yang memiliki nyawa dan tubuhnya dapat bergerak, pasti menginginkan adanya kemerdekaan. Namun manusia mendefinisikan kemerdekaan tidak hanya dalam hal fisik, namun juga mental. Salah satu kemerdekaan mental adalah kemerdekaan untuk mengemukakan pendapat. Hal ini karena manusia ingin kehadirannya diketahui dan diakui oleh orang yang lain. Semua berujung pada eksistensi dalam bertahan hidup yang semakin ketat. Kata-kata mengenai kemerdekaan dalam berpendapat ini adalah kata-kata yang sering kita dengar saat duduk di bangku sekolah. Pelajaran ini terus diulang supaya kita dapat melaksanakannya. Namun apakah saat ini kita mampu melaksanakannya?

Pertanyaan yang wajib kita jawab bersama bukanlah dapatkah kita mengemukakan pendapat secara bebas, namun apakah kita mampu memberikan orang lain kemerdekaan dalam mengutarakan pendapatnya? Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terdiri dari berbagai macam agama, memiliki kebudayaan yang beragam dan tempat bernaung berbagai suku, etnis dan ras. Jika seperti itu, sudahkan kita memberikan hak kepada orang lain untuk mengemukakan pendapatnya secara merdeka? Bebaskah mereka dari intimidasi dan ancaman kekerasan jika mereka memiliki pendapat yang berbeda? Saat ini persatuan bangsa kita memang sedang diuji. Bangsa Indonesia yang dikenal dengan slogan Bhinneka Tunggal Ika sedang dihadapkan pada suatu ujian besar dalam hal perbedaan pendapat satu dengan lainnya.

Mungkin kita perlu memejamkan mata sejenak dan mengingat pada suatu masa dimana kita masih berada di bangku sekolah. Guru manapun berusaha untuk memberikan kita wawasan bahwa setiap orang memiiki kemerdekaan mengemukakan pendapat, apapun yang ada di kepala dapat diungkapkan. Sudah bukan lagi zaman orang yang mulutnya bisa dibungkam. Meskipun saat ini kita dibungkam, tetap saja mulut ini akan bicara jika berhadapan dengan Tuhan. Mulut akan bersaksi atas apa yang kita saksikan, yang mana ini akan membuat kita tidak luput dari suatu hari dimana keadilan ditegakkan. Masihkah anda mengingat ini di dalam kepala ada masing-masing? Guru-guru kita juga menginginkan kita memberikan kemerdekaan pada orang lain untuk mengutarakan pendapatnya. Ajaran yang berlandaskan Pancasila ini tentu layak untuk diamalkan karena pastinya membawa kebaikan bagi semua orang.

Namun nyatanya sekarang ini terjadi kekacauan dimana-mana. Ketika orang saling berani mengemukakan pendapatnya masing-masing, saat itu justru terjadi kekacauan. Ada yang mengungkapkan pendapatnya dengan santai, ada yang dengan berapi-api yang penuh semangat membara. Kelompok yang mengemukakan pendapat dengan santai dan santun tentu tidak mengganggu ketenangan orang lain. Sedangkan untuk orang atau sekelompok yang menyampaikan aspirasi dengan jalan yang tidak semestinya justru menjadi ancaman dan mengusik ketenangan orang lain. Terkadang justru mereka mengutarakan ketidaksetujuannya terhadap suatu hal dengan melakukan tindakan yang amoral, anarkis dan tidak manusiawi. Jika seseorang harus disakiti bahkan terbunuh dalam menyuarakan pendapatnya, kemanakah kemerdekaan berpendapat bagi orang lain itu? Padahal jika kita memiliki hak berpendapat, maka orang lain juga memilikinya.

Apakah akan kita temukan kedamaian yang hakiki jika sebuah pendapat direspon dan ditanggapi dengan cemoohan, kekerasan bahkan anarkisme? Tentu saja kedamaian tidak dapat diwujudkan jika sikap yang diambil adalah seperti itu. Menghargai pendapat orang lain tentulah harus dengan sikap yang santun dan beradab, meskipun sebenarnya berseberangan. Berbeda pendapat bukan berarti bermusuhan. Sikap ini memang cukup mudah diucapkan daripada dilakukan. Akan tetapi perlu kita sadari bahwa sikap ini bukanlah hal yang mustahil kita lakukan. Kita harus optimis dalam merubah keadaan, bukan malah bersikap apatis menerima keadaan. Akan menguntungkan diri kita sendiri dan juga orang lain jika kita bisa menanamkan pemikiran positif dalam diri sendiri. Waktu dan tenaga dapat digunakan lebih baik daripada untuk menanamkan pemikirian negatif. Menghargai kemerdekaan berpendapat tentu saja sifat yang positif dan bisa berdampak pada masyarakat dan anda sendiri di masa depan. (iwan)

 

One Comment »

  1. ambar wahyu 28 February 2013 at 1:11 pm -

    sangat membantu mengerjakan tugas

Leave A Response »

You must be logged in to post a comment.